Pemprov Sumsel dan Pegadaian Kolaborasi Ciptakan 100 Ribu Sultan Muda, Dorong Generasi Mandiri Secara Ekonomi
PALEMBANG – HARIAN SUMSEL | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda. Kali ini, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menjalin kerja sama strategis dengan PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel melalui program bertajuk “100 Ribu Sultan Muda Sumsel”, sebuah inisiatif besar yang menargetkan terciptanya seratus ribu wirausaha muda yang tangguh dan kreatif di Bumi Sriwijaya.
Kesepakatan kerja sama tersebut terjalin dalam pertemuan di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Palembang, yang dihadiri oleh jajaran pimpinan PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel beserta pejabat Pemprov Sumsel. Kolaborasi ini menandai langkah konkret antara dunia perbankan dan pemerintah daerah dalam membangun ekonomi berbasis kemandirian dan kewirausahaan generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Herman Deru menyambut positif inisiatif PT Pegadaian yang dinilai sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk melahirkan generasi muda bermental “Sultan” — bukan dalam arti kemewahan, melainkan Sultan yang berdaya, mandiri, dan berjiwa pemimpin dalam ekonomi kreatif dan produktif.
“Kami punya misi yang sama. Bagaimana para pemuda dapat membuka peluang usaha, tidak hanya mencari pekerjaan. Doktrin ini harus diberikan sejak dini agar anak-anak muda kita terbiasa berpikir maju, kreatif, dan mandiri,” ujar Herman Deru dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter wirausaha. Menurutnya, program ini menjadi gerakan nyata dalam menumbuhkan semangat entrepreneur muda di seluruh pelosok Sumatera Selatan.
“Sumsel punya banyak potensi, mulai dari pertanian, industri kreatif, teknologi digital, hingga perdagangan lokal. Kalau anak muda mau terjun dan dibekali dengan sistem serta dukungan yang tepat, maka ekonomi daerah akan tumbuh pesat,” imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel menyampaikan bahwa program 100 Ribu Sultan Muda ini akan diimplementasikan melalui pelatihan, pendampingan usaha, akses permodalan, hingga bantuan pemasaran produk. Pegadaian akan menyediakan platform pembinaan terpadu agar peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung di dunia usaha.
Program ini juga sejalan dengan komitmen Pegadaian dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada pilar pemberdayaan ekonomi dan pengurangan kemiskinan berbasis masyarakat.
“Kami ingin hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mencetak wirausaha muda tangguh yang bisa menjadi penggerak ekonomi baru. Pegadaian tidak hanya fokus pada layanan gadai, tetapi juga ikut membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang sehat,” ujar salah satu pejabat Pegadaian Sumbagsel.
Kolaborasi besar ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi, pelaku UMKM, dan komunitas pemuda. Mereka menilai, program ini akan membuka ruang baru bagi generasi muda Sumsel untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal dan digital dengan lebih terarah.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, Sumatera Selatan meneguhkan langkahnya sebagai provinsi pelopor dalam pemberdayaan ekonomi generasi muda. Program 100 Ribu Sultan Muda diharapkan mampu menjadi model sukses yang dapat direplikasi di provinsi lain di Indonesia.
