Polemik Isu Narkoba SMKN 7 Palembang, Guru Fitnah Siswa, Siswa Tuduh Guru
PALEMBANG – HARIAN SUMSEL | Kasus dugaan fitnah yang menyeret nama seorang guru di SMKN 7 Palembang akhirnya mendapatkan klarifikasi. Guru berinisial MA, yang sempat dituduh menyebarkan isu siswanya memakai narkoba, membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa ucapannya tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan siapa pun.
Dalam keterangannya, MA mengaku bahwa pernyataan yang viral di media sosial itu telah disalahartikan. Ia menjelaskan bahwa yang sebenarnya ia sampaikan adalah bentuk kekhawatiran dan pengingat bagi siswa agar menjauhi pergaulan bebas, bukan menuduh siswa tertentu.
“Saya tidak pernah menuduh atau memfitnah siapa pun. Saya hanya memberikan contoh agar anak-anak berhati-hati. Sayangnya, ucapan saya dipotong dan disebarkan tanpa konteks yang lengkap,” ujar MA saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (tanggal sesuai sumber).
Sebelumnya, video yang menampilkan potongan pernyataan MA sempat beredar di media sosial dan menimbulkan reaksi keras dari sejumlah pihak. Beberapa wali murid merasa keberatan karena pernyataan itu dinilai mencoreng nama baik sekolah dan siswa.
Menanggapi hal tersebut, pihak SMKN 7 Palembang melalui Kepala Sekolah menyatakan bahwa sekolah telah memanggil MA untuk dimintai klarifikasi internal. Pihak sekolah juga menegaskan bahwa kejadian ini telah diselesaikan secara kekeluargaan dan menjadi pembelajaran bersama agar komunikasi di lingkungan pendidikan lebih hati-hati.

“Kami sudah klarifikasi langsung dan menegaskan tidak ada niat buruk dari guru yang bersangkutan. Sekolah juga tetap berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendidik,” ungkap Kepala SMKN 7 Palembang.
Pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Sumatera Selatan memastikan bahwa kasus ini tidak akan berlanjut ke ranah hukum. Fokus utama kini adalah menjaga reputasi sekolah dan memulihkan suasana belajar siswa agar tetap nyaman.
“Kami mengimbau masyarakat tidak memperkeruh keadaan. Semua pihak sudah berdamai dan saling memahami,” kata salah satu pejabat Disdik Sumsel saat diminta tanggapan.
Klarifikasi ini diharapkan dapat mengakhiri polemik yang sempat menyebar luas di dunia maya. Baik guru maupun siswa kini diharapkan bisa kembali fokus pada kegiatan belajar mengajar dengan suasana yang harmonis dan saling menghargai.
